Kamparku.com – Bagi Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Ayi Ayo Onam adalah tradisi, kearifan lokal dan kebiasaan baik yang diturun-temurunkan oleh nenek-moyang dari sejak dahulu, “saya kebetulan lahir di sini di kampung ini, tiga rumah jaraknya dari kantor desa ini,” ucapnya sambil nostalgia mengingat kembali kenangan masa kecil.
Lebih dalam, Bupati Ahmad Yuzar juga menjelaskan, bahwa tradisi baik ini hadir berlandaskan sebuah hadist nabi Muhammad, SAW diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari ini berbunyi :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa ramadhan, kemudian mengikutkannya enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa satu tahun”.
“Didasari oleh hadis nabi ini, oleh orang Bangkinang dimaknai dengan enam hari puasa itu setelah bulan Ramadan secara berturut-turut, walaupun dalam hadistnya bisa dua sampai 30 syawal nantinya, tapi untuk lebih menjaga, lebih cepat dilaksanakan, makanya dilaksanakan oleh orang tua-tua kita terdahulunya bahwa puasa Sunnah 6 hari setelah bulan Ramadan itu di awal-awal syawal, kemudian dirayakan dan saya ketahui juga bahwa Hari Raya Enam ini lebih besar magnetnya untuk mengumpulkan masyarakat di Kecamatan Bangkinang,” ungkap Bupati Kampar ke-17 ini saat membuka acara Festival Lomang Ayo Onam yang dipusatkan di depan Kantor Desa Pulau Lawas, Jumat (27/3/2026).
Banyaknya orang yang merayakan Raya Enam di Kecamatan Bangkinang, telah menjadi sebuah acara yang dinanti banyak orang, tidak hanya bagi masyarakat tempatan tapi juga menjadi event menarik bagi warga diluar Kampar.
“Uniknya tradisi Ayo Onam dan karena ini merupakan wadah tempat mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar yang juga membawahi urusan kebudayaan jeli melihat ini, kemudian menjadikan Ayo Onam masuk kalender pariwisata, sehingga nantinya kebiasaan baik ini lestari untuk generasi penerus kita untuk masa-masa yang akan datang,” tambah Bupati Ahmad Yuzar.










