Kamparku.com – Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras berharap Festival Lomang Ayi Ayo Onam yang telah berlangsung kali kedua didesanya bisa terus digelar dan semakin besar sehingga memiliki dampak yang luas tidak hanya untuk warga desanya tetapi juga untuk pengunjung festival.
“Festival Lomang Ayo Onam inu udah yang kedua kali di Pulau Lawas ini, kami berharap kedepannya karena tingginya antusias masyarakat mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Kampar ke depannya makin banyak warga yang dilibatkan, sehingga sepanjang jalan desa ada titik-titik pembuatan lemang, jika tahun ini hanya 44 titik, semoga untuk tahun yang akan datang bisa semakin meningkat,” harapnya saat memberikan sambutan diacara Pembukaan Festival Lomang Ayo Onam,” Jumat (27/3/2026) lalu.
Ia menyebut, Festival Lomang bukan hanya sekedar ajak hiburan semata melainkan wujud kekompakan dan semangat gotong royong, serta upaya dalam melestarikan budaya lokal yang telah berlangsung lama dan turun-temurun.
“Kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi dan warga dan ini merupakan penggerak ekonomi yang ada di desa kami, mudah-mudahan kegiatan ini kedepannya bisa semakin besar dan berdampak,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa masak lombang merupakan tradisi turun-temurun warga yang dilaksanakan di rumah masing-masing menjelang Idul Fitri dan hari raya enam serta Idul Adha. Selain Festival Lomang dan peringatan Hari Raya Enam, kegiatan pacu sampan di Tepian Jembatan Waterfront City Pulau Lawas juga akan digelar beberapa hari kedepan.
“Dan hari ini kita laksanakan lomba memasak lemang ini yang merupakan tradisi kita yang dilaksanakan secara turun-temurun bertepatan dengan sehari menjerang hari raya enam dan beberapa hari setelahnya kita juga meriahkan nanti dengan mengadakan pacu sampan yang dilaksanakan oleh masyarakat yang juga difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” terang Ahmad Yuzar.
Dalam sambutannya Bupati juga mengajak semua pihak untuk melestarikan kebiasaan kearifan lokal yang baik tersebut untuk masa-masa yang akan datang sehingga kebudayaan dan tradisi tidak terputus dan sampai ke anak cucu.
“Selanjutnya mari kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan skala dan ekonomi masyarakat, orang banyak berkunjung, banyak kebutuhan tentu memerlukan makan, memerlukan minum dan memerlukan akomodasi, jadikan ini nanti sebagai pertumbuhan untuk ekonomi kreatif,” jelas Bupati.










