Kabag Umum Setda Kampar Yogi R. Yudistira
Kamparku.com – Kabag Umum Setda Kampar Yogi R. Yudistira mengaku heran dengan pemberitaan yang menarasikan jumlah Anggaran Makan minum di instansi yang ia pimpin.
“Jumlah Anggarannya berubah-ubah terus, ada yang bilang 20 Miliar, 30 Miliar, ada pula yang sampe 33 Miliar rupiah, kan aneh ya,” paparnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (6/4/2026).
Meski mengaku heran, namun ia enggan menanggapi terlalu jauh narasi yang menurutnya tanpa dasar tersebut, namun ia memastikan bahwa anggaran makan minum di Bagian umum itu trendnya selalu menurun dari tahun-ketahun.
“Padahal setahu saya, anggaran makan minum di bagian umum selalu mengalami efisiensi, sekarang tinggal sekitar 3,4 Miliar saja,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa anggaran makan minum di instansi yang ia pimpin dipergunakan untuk menjamu tamu Pemkab Kampar dari berbagai kalangan, “termasuk melayani makan minum dari berbagai instansi vertikal termasuk tamu OPD yang menjadi tamu Pemkab Kampar juga,” jelasnya.
Selain itu, bagian umum juga mengcover dan menyukseskan berbagai kegiatan di OPD maupun kegiatan Pemkab Kampar dari sisi snack maupun makanan berat.
“Setiap acara yang kita cover makan minumnya, kalau makannya telat diantar pasti yang disalahin bagian umum,” jelasnya sambil tertawa ringan.
Menurunnya jumlah anggaran makan minum di Bagian Umum Setda Kampar juga dibenarkan Mantan Asisten III Ir. Azwan, ia membandingkan anggaran makan minum zaman Kabag sebelumnya yang selalu mengalami penurunan hingga kini.
“Jika dibandingkan dengan sebelumnya, justru semakin berkurang,” jelas Azwan.
Anggaran makan minum menjadi sangat penting untuk menunjang aktivitas kerja suatu pemerintahan daerah, mulai dari penunjang rapat dan pertemuan, menjamu tamu daerah hingga penunjang berbagai acara, kegiatan sosial kemasyarakatan maupun keagamaan, termasuk dukungan konsumsi untuk acara peringatan hari besar nasional.
“Dengan anggaran yang tersedia saat ini, tentu kami siasati dengan se efektif mungkin, misalnya jika ada kegiatan yang memerlukan makan minum, bisa saja kita tidak kita tangani secara full mengingat keterbatasan anggaran,” pungkas Yogi.










